Tips

Wajib Tahu! Ini Syarat Sertifikasi Halal MUI 2025

Sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting bagi pelaku usaha, terutama di bidang makanan, minuman, kosmetik, hingga produk rumah tangga. Memasuki tahun 2025, kebutuhan akan sertifikasi halal dari MUI semakin meningkat karena konsumen kini lebih selektif dalam memilih produk yang aman, bersih, dan sesuai syariat. Untuk itu, memahami syarat terbaru sertifikasi halal sangat membantu pelaku usaha menyiapkan proses pengajuannya sejak awal.

Dengan mengetahui syarat dan alurnya, Anda bisa menghindari kesalahan saat pengajuan dan memastikan produk lolos verifikasi tanpa hambatan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi bisnis Anda, karena produk bersertifikat halal memiliki kepercayaan lebih tinggi di mata konsumen.

Wajib Tahu! Ini Syarat Sertifikasi Halal MUI 2025

Apa Itu Sertifikasi Halal MUI 2025?

Sertifikasi halal MUI 2025 adalah proses penilaian untuk memastikan bahwa produk yang diajukan memenuhi standar halal berdasarkan ketentuan syariah. Meskipun proses sertifikasi kini dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), peran MUI tetap ada sebagai lembaga yang melakukan penetapan kehalalan melalui fatwa.

Dengan adanya regulasi baru, beberapa persyaratan dan alur pengajuan juga menyesuaikan. Karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami apa saja syarat yang harus dipenuhi sebelum mengajukan permohonan sertifikasi halal.

Baca Juga: MUI halal certification rules

Syarat Sertifikasi Halal MUI 2025

Berikut adalah syarat utama yang wajib dipenuhi oleh pelaku usaha:

1. Data Lengkap Perusahaan

Pelaku usaha wajib menyiapkan dokumen dasar seperti:

  • Nama dan alamat usaha
  • Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Legalitas usaha (SIUP, akta pendirian, atau dokumen pendukung lainnya)

Data ini menjadi identitas resmi yang digunakan saat proses pendaftaran di sistem BPJPH.

2. Daftar Bahan Baku yang Digunakan

Setiap bahan yang digunakan dalam proses produksi wajib dicantumkan. Mulai dari bahan utama, bahan tambahan, hingga bahan penolong. Semuanya harus bersumber dari produsen atau pemasok yang memiliki status halal atau minimal tidak mengandung unsur yang diharamkan.

Langkah ini sangat penting karena penilaian halal banyak bergantung pada kejelasan dan keamanan bahan yang digunakan.

3. Proses Produksi yang Sesuai Standard Halal

Pelaku usaha harus memiliki proses produksi yang:

  • Terhindar dari kontaminasi bahan haram
  • Menggunakan alat produksi yang bersih dan tidak bercampur dengan bahan non-halal
  • Dilakukan di area yang higienis dan memenuhi standar sanitasi

Proses yang jelas dan terdokumentasi akan memudahkan auditor halal melakukan pemeriksaan.

4. Memiliki Dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH)

SJPH merupakan dokumen penting yang menunjukkan bahwa unit usaha memiliki sistem pengawasan internal untuk menjaga konsistensi kehalalan produk. Dokumen ini biasa mencakup:

  • Kebijakan halal perusahaan
  • Prosedur bahan masuk
  • Prosedur produksi
  • Pelatihan karyawan terkait halal

Dengan SJPH yang lengkap, usaha dapat menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kehalalan produk secara berkelanjutan.

5. Pelatihan atau Penyelia Halal Bersertifikat

Setiap usaha wajib memiliki penyelia halal, yaitu orang yang bertanggung jawab mengawasi seluruh proses produksi agar sesuai standar halal. Penyelia ini harus telah mengikuti pelatihan resmi dan memiliki sertifikat dari lembaga yang telah ditunjuk.

Langkah ini membantu memastikan bahwa standar halal tetap terjaga meskipun produksi berlangsung setiap hari.

6. Pemeriksaan dari Auditor Halal

Sebelum sertifikasi halal diberikan, auditor halal akan melakukan pemeriksaan lapangan. Mereka akan menilai:

  • Proses produksi
  • Kebersihan fasilitas
  • Kesesuaian bahan
  • Implementasi SJPH

Jika seluruh syarat terpenuhi, hasil laporan kemudian diajukan ke MUI untuk penetapan fatwa halal.

Cara Mengajukan Sertifikasi Halal 2025

Setelah memahami syaratnya, Anda bisa melanjutkan ke proses pengajuan sertifikasi halal melalui beberapa tahap sederhana:

  1. Daftar akun di aplikasi SiHalal BPJPH
  2. Mengisi data usaha dan produk
  3. Mengunggah dokumen persyaratan
  4. Menunggu verifikasi dokumen
  5. Dilakukan audit halal
  6. Penetapan fatwa oleh MUI
  7. Penerbitan sertifikat halal

Alur tersebut dibuat agar proses pengajuan lebih transparan dan mudah diikuti oleh pelaku usaha dari berbagai skala.

 

Kesimpulan

Sertifikasi halal MUI 2025 menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Dengan memenuhi semua syarat mulai dari data perusahaan, daftar bahan baku, proses produksi, hingga dokumen SJPH, proses sertifikasi bisa berjalan lebih lancar. Selain itu, memiliki penyelia halal yang tersertifikasi juga menjadi poin penting dalam menjaga konsistensi kehalalan produk.

Jika Anda ingin memastikan bisnis Anda semakin dipercaya dan siap bersaing, pastikan untuk segera memenuhi syarat sertifikasi halal 2025.

Ingin pengurusan lebih mudah dan efisien? Konsultasikan kebutuhan usaha Anda bersama Watershore sekarang juga!

Artikel Terkait

Back to top button